Sejarah Kemerdekaan di Malaysia

Sejarah Kemerdekaan di Malaysia

Kemerdekaan Malaysia Sejarah

Malaysia adalah salah satu negara di asia tenggara yang bersebelahan dengan Singapura dan Indonesia banyak yang belum tau jika sejarah negara Malaysia pada dahulu adalah sejarah yang sangat menarik untuk di ketahui.

Kemerdekaan di Malaysia bukanlah usulan yang mudah bagi negara ini. Ada banyak mitos seputar sejarah kemerdekaan Malaysia dan hari ini menjadi lebih sulit untuk membuat negara ini merdeka daripada sebelumnya.

Pada awal abad ke-20, ada banyak masalah yang membuat negara menjadi lemah. Beberapa masalah ini termasuk penindasan terhadap penduduk lokal oleh penjajah Jepang. Itu adalah tanda pertama negara itu memiliki sejarah kemerdekaan.

Etnis Mayoritas Malaysia

Mitos lain termasuk banyak yang mengatakan bahwa orang Melayu, kelompok etnis mayoritas, diperlakukan dengan buruk dan semua terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka dikirim untuk bekerja di pabrik-pabrik di negara-negara tetangga di mana mereka menderita di bawah kondisi kerja yang keras. Juga, banyak orang juga percaya bahwa negara itu dicuri oleh penjajah Inggris. Mitos-mitos inilah yang menjadi jelas setelah kemerdekaan.

Banyak perubahan terjadi di Malaysia pada abad ke-20. Semua perubahan ini berasal dari penciptaan Malaysia sebagai negara yang terpisah. Perubahan-perubahan ini termasuk memberi negara itu hak yang sama dengan negara Asia lainnya, memberikan hak yang sama kepada kelompok minoritas dan juga memastikan bahwa negara baru itu akan stabil di masyarakat.

Mitos lain yang masih dipercaya banyak orang saat ini adalah bahwa Indonesia menduduki bagian selatan Malaysia. Memang benar invasi dilakukan oleh Indonesia pada tanggal 14 September 1945. Tetapi invasi ini tidak terjadi di wilayah negara. Itu sebenarnya dibuat di Kalimantan, yang berada di bagian barat negara itu.

Malaysia Di Jajah Inggris

Mitos populer lainnya yang masih ada di benak orang-orang di Malaysia adalah bahwa ia dicuri oleh penjajah Inggris. Yang benar adalah bahwa Inggris tidak menduduki negara itu, tetapi mereka hanya menduduki sebagian kecil dari negara itu sebenarnya kurang dari satu persen. Hanya karena upaya masyarakat setempat mereka mendapatkan kemerdekaan.

Namun, ada beberapa perubahan dalam sejarah kemerdekaan Malaysia. Karena banyak mitos yang masih ada sampai sekarang, banyak praktik lama telah dibuang oleh pemerintah. Praktik-praktik ini termasuk penggunaan bahasa Melayu Malaysia sebagai media komunikasi utama.

Saat ini, ada banyak bahasa lokal yang masih berkembang di Malaysia. Salah satu yang paling populer dan banyak digunakan adalah bahasa Melayu, yang merupakan bahasa resmi negara tersebut. Keberadaan bahasa-bahasa ini masih tercermin dalam lembaga-lembaga politik negara.

Sejarah Kemerdekaan Kolonial

Banyak mitos tentang sejarah kemerdekaan Malaysia termasuk masalah diskriminasi rasial. Banyak orang kulit putih Eropa yang menetap di negara itu selama periode kolonial menyebabkan diskriminasi rasial terhadap penduduk lokal. Mereka menggunakan berbagai cara untuk mengurangi populasi Melayu sehingga mereka bekerja dengan upah yang lebih rendah.

Pada kenyataannya, bukan penjajah Inggris yang menciptakan diskriminasi rasial di Malaysia tetapi orang Melayu sendiri. Ini adalah hasil besar dari reformasi yang dilakukan oleh partai yang berkuasa yang terjadi sejak kemerdekaan.

Situasi kaum Muslim di Malaysia adalah mitos lain yang hadir saat ini. Mitos mengatakan bahwa umat Islam di Malaysia dipaksa masuk agama Kristen agar menjadi setara dengan ras lain. Adalah penjajah Inggris yang memaksa Muslim ini untuk pindah agama agar memberi mereka status yang sama di negara ini.

Realitas tidak mendukung mitos ini. Aturan yang memaksa orang Melayu untuk pindah agama tidak pernah dihapuskan oleh pemerintah. Mitos lain adalah mereka yang mempraktikkan agama di masa lalu adalah mereka yang didiskriminasi.

Baca juga : Sejarah Albert Einstein