Kemerdekaan Singapura

Kemerdekaan Singapura

Kemerdekaan Sejarah Singapura

Singapura berada di pusat Asia Tenggara dan fokusnya dalam sejarah negara adalah pada gerakan kemerdekaan yang tumbuh. Singapura telah menjadi pusat kegiatan selama lebih dari seabad, dengan satu kejadian hampir setiap sepuluh tahun. Pada tahun 1903, aktor panggung Amerika, Spencer Tracy, melakukan debutnya di Singapura.

Peristiwa pertama adalah keputusan Amerika Serikat untuk terlibat di Cina dengan menegosiasikan perjanjian yang memungkinkan kami untuk melakukan perdagangan dengan Cina, Rusia, dan Jepang. Setahun kemudian, kami harus menarik diri dari perjanjian itu karena ketidaksepakatan atas Laut Cina Selatan. Sebagai tanggapan, Singapura diberikan kemerdekaan dari Inggris. Sekitar dua dekade kemudian, Perjanjian Roma mengakhiri upaya Inggris untuk membatasi kebebasan navigasi di Timur.

Pada tahun 1906, Singapura dibeli oleh perusahaan dagang Jepang dan pindah ke ujung selatan Malaysia. Pada tahun 1914, pemerintah Jepang menyadari pentingnya Singapura dan memindahkannya kembali ke negara yang mereka miliki. Kali ini, Singapura sudah dikenal sebagai “Singapura Asia.”

Simbol Kekuatan Militer

Jepang melihat Singapura sebagai simbol kekuatan militer Jepang dan “Singapura Asia” menjadi “Suzanne Keith.” Popularitas Keith tumbuh dan pada tahun 1930, Singapura menjadi negara dengan pemerintahan sendiri dan berdaulat penuh. Selama masa jabatannya, Keith mengatakan bahwa dia mewarisi konstitusi yang memberi pemerintah “kebebasan untuk mengelola ekonomi, meningkatkan layanan sosial, dan mencapai tujuan mencapai Singapura yang mandiri dan berdaulat penuh.”

Pada tahun-tahun berikutnya, Inggris mulai merasa terancam oleh kepemimpinan Keith dan para penerusnya. Setelah Jepang menyerang Pearl Harbor, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang. Singapura bukan peserta aktif dalam perang, tetapi berpartisipasi dalam upaya merebut kembali Singapura dari Jepang.

Pemerintah Singapura mengalami kesulitan menjaga kontrol negara setelah perang, sehingga menciptakan pemerintahan Selmalbong, yang ditunjuk oleh gubernur kolonial. Akibatnya, menteri luar negeri Inggris, Winston Churchill, mengundurkan diri. Penggantinya, Lord Mountbatten, menjadi kepala negara.

Negara Pangkalan Singapura

Selama periode ini, beberapa negara menggunakan Singapura sebagai pangkalan untuk upaya perang mereka. Beberapa negara ini termasuk Jerman, Australia, India, Prancis, Jepang, dan Amerika Serikat.

Pada tahun 1945, Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan menjadi negara bebas. Dengan pengecualian Singapura, semua bekas kekuatan kolonial menjadi merdeka.

Pada tahun 1968, pemerintah Nasionalis (Tung Chee Hoe), di bawah kepemimpinan Lee Kuan Yew, melanjutkan upaya pemerintah Selmalbong. Revolusi Tiongkok pecah segera setelah itu dan beberapa partai bersaing untuk menguasai negara. Karena itu, Lee Kuan Yew mengakhiri tahun terakhir masa jabatannya sebagai perdana menteri.

Negara Maju Singapura

Kemudian, pada tahun 1971, pemilihan lain diadakan dan Julius Kukloove, seorang mantan anggota parlemen, menjadi perdana menteri. Ketika dia terpilih untuk jabatan itu, Kukloove mengumumkan bahwa prioritas utama negara itu adalah kemerdekaan Singapura. Dia berharap ini akan memberinya kekuatan untuk membuat pemerintah Singapura lebih aktif dalam politik lokal.

Julius Kukloove juga menggunakan posisinya untuk mengejar gerakan kemerdekaan. Dia menggunakan diplomasi dan permohonan kepada komunitas internasional untuk mendapatkan dukungan politik bagi kemerdekaan Singapura. Dia berhasil mencapai tujuan ini dan Singapura secara resmi menjadi negara merdeka pada Agustus 1979.

“Singapura” diubah menjadi ejaan saat ini dan diubah namanya menjadi “Republik Singapura” dan tanggalnya ditetapkan pada 8 Agustus, hari negara itu merdeka. Pada 8 Agustus 1990, negara itu merayakan peringatan dua abad.

Singapura yang sekarang adalah negara yang sangat maju perekonomiannya dan menjadi salah satu negara maju di dataran benua asia yang bersaing dengan negara jepang, korea dan china.

Baca juga : Sejarah Suku Indian Amerika